Ojo gumunan atau jangan mudah kagum mungkin adalah salah satu istilah Jawa yang sering terdengar. Namun, sayangnya (atau untungnya?), pedoman itu tak bisa saya terapkan ketika akhirnya terdampar di satu negeri baru di bawah sana. Sudah sekitar seminggu ini saya tinggal di kota Sydney, Australia. Kota ini menjadi tempat tinggal saya selama sekitar 1,5 tahun karena di kota ini saya akan menempuh studi lanjut. Selain ini adalah tempat baru, ini adalah kali pertama saya pergi jauh, deg deg deg… Tak pernah sebelumnya saya pergi jauh melebih meloncat ke pulau Bali.
Belum banyak yang saya kunjungi di kota ini, namun apa yang sudah ditemui membuat saya belum berhenti juga untuk berdecak kagum. Saya harus berjalan kaki ke mana saja padahal saya tinggal di kawasan suburbia yang medannya lumayan berbukit. Untungnya, walau sedang musim panas, cuaca di sini tidak lembab sehingga tak harus bercucuran keringat, tapi memang kadang angin bertiup cukup kencang. Universitas saya pun terletak di kawasan yang cukup berbukit tersebut, sangat indah namun jumlah tangganya luar biasa banyak! Tapi tentunya itu semua terbayar melihat begitu banyaknya referensi yang ada, pengalaman dan pelajaran yang akan didapat, serta teman-teman baru dari berbagai engara.
Ketika saya pergi ke pusat kota Sydney, hati sedikit berdesir ketika akhirnya melihat Opera House dan Harbour Bridge yang sebenarnya, goosebump! Lalu sekilas melihat monorail dengan tiang langsing menyelip di antara bangunan-bangunan tinggi di atas jalanan yang tak begitu lebar, membuat saya jadi terngiang pada tiang-tiang monorail yang terbengkalai di sepanjang Kuningan di Jakarta. Taman-taman di sini luar biasa, begitu pula sarana transportasinya. Selain itu, saya pun suka melihat gaya pakaian Sydneysiders, gaya! Walau kadang (eh sering mungkin), pakaian mereka sungguh irit di tengah Sydney yang sangat berangin. Nah, jadi penasaran berapa banyak stok tolak angin yang harus mereka punya
Entah sampai kapan saya masih akan terkagum-kagum. Semoga di sini saya memang akan banyak belajar dan tak lupa untuk berbagi cerita lainnya.
Salam hangat (plus anginnya) dari Sydney!




