Taken for Granted

Minggu lalu saya menonton tiga film di Sydney Film Festival. The Act of Killing alias Jagal, Cities on Speed:Bogota Change dan Before Midnight. Cuplikan trailer dan komentar singkat akan film-film tersebut ada di akhir tulisan ini.

Menonton film-film tersebut membuat saya merenung. Ada banyak hal yang saya bisa nikmati secara “taken for granted” selama saya tinggal di Sydney ini. Hal-hal yang mungkin akan susah saya akses sekembalinya saya ke Indonesia nanti.

Ambil contoh film Jagal yang susah untuk diputar secara terbuka di Indonesia karena isunya yang kontroversial. Di Sydney, film ini diputar di State Theatre dengan kursi penonton yang penuh. Saya pun sempat ikut sesi tanya jawab dengan sang sutradara selepas pemutaran film. Sementara, ada satu teman saya di Indonesia harus menonton film ini di pemutaran film khusus untuk kalangan terbatas.

Akses terhadap informasi. Bisa minum air langsung dari keran. Menyeberang jalan tanpa rasa takut. Bebas dari asap rokok. Ini adalah contoh hal-hal “taken for granted” yang bisa saya nikmati di Sydney. Di sisi lain, saya sungguh merindukan cuaca Indonesia. Itu adalah hal ¬†”taken for granted” yang Indonesia sekali. ¬†Suhu di Sydney kala musim panas bisa mencapai 40 derajat namun bisa juga sangat dingin (paling tidak buat ukuran gadis tropis seperti saya).

Jadi apa sih inti tulisan yang “mbulet” ini? Sesuatu yang “taken for granted” sering kita abaikan dan kurang kita hargai. Lihatlah di sekitarmu, apa sih yang bisa dengan mudah kamu peroleh dan kamu nikmati? Hormati dan peliharalah. Lalu apa sih hal yang seharusnya tersedia secara “taken for granted”? Air minum, transportasi umum? Yuk kita usahakan dan perjuangkan?

Ngomong-ngomong, berikut cuplikan trailer film-film yang sudah saya sebut di atas dan komentar singkat saya.

The Act of Killing alias Jagal

Film paling menyeramkan yang pernah saya tonton, sungguh membuat saya merasa gelisah. Film ini harus ditonton oleh semua orang Indonesia. Semoga semua orang bisa menonton film ini di Indonesia secara terbuka.

Cities on Speed:Bogota Change

Film tentang bagaimana Bogota berubah. Bukan sekedar karena pembangunan TransMilenio oleh Enrique Penalosa yang kemudian diadopsi oleh TransJakarta. Lebih dari itu. Film yang rasanya harus ditonton oleh Jokowi dan Ahok (dan kita semua).

Before Midnight

Film ini kelanjutan dari Before Sunrise dan Before Sunset. The lowest grossing trilogy ever (bandingkan sama Iron Man, Star Wars, hehe). Sangat lucu tapi juga getir. Mungkin akan membuat Anda merasa gelisah tentang harus tumbuh dewasa?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>