Tag Archives: bahasa

Bahasa Menunjukkan Bangsa?

Photo courtesy of Casey Serin

Photo courtesy of Casey Serin

Lini masa di wadah media sosial twitter beberapa hari ini (sebelum ada kasus kamseupay) sedang ramai dengan berita Gita Wirjawan yang meminta pegawainya untuk punya nilai TOEFL 600 (Link terkait di sini, sini, dan sini). Saya pun jadi gatal untuk ikut menulis tentang hal ini, walau mungkin dari segi yang sedikit berbeda. Yah… karena saya memang agak gemar* (eh…) untuk mengikuti ujian bahasa semacam TOEFL dan teman-temannya itu.

Ujian-ujian bahasa tersebut kebanyakan bertujuan sebagai syarat bersekolah atau bekerja di luar negeri. Ada juga yang sekaligus menjadi syarat untuk tinggal di suatu negara misalnya di Perancis dan Jerman. Ujian bahasa ini bisa diselenggarakan oleh yayasan tertentu seperti pada TOEFL dan IELTS atau juga oleh institusi pemerintah negara tersebut misalnya untuk Perancis dan juga (sepertinya) Jerman. Tergantung tujuannya, kadang ada juga jenis ujian yang sifatnya lebih ke akademik dan ada juga yang khusus untuk kesiapan kerja (misal:IELTS Academics dan IELTS General Training).

Beberapa ujian bahasa yang pernah saya coba adalah TOEFL atau Test of Foreign Language (TOEFL paper based tak resmi dan internet based yang resmi), IELTS atau International English Language Testing System yang lebih banyak digunakan oleh negara-negara persemakmuran Inggris, dan juga DELF alias Diplôme d’études en langue française untuk bahasa Perancis. Lalu, apa yang saya pelajari dari “hobi” saya mengikuti ujian-ujian tersebut? Continue reading